Tenang dengan mengingat Allah
Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik yaitu Al-Qur’an yang serupa lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Rabbnya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah (QS az-Zumar : 23)
Sekarang coba dipikir saja, kalau kita terus-terusan khawatir karena sesuatu hal yang belum tentu terjadi kapan kita bisa hidup tenang, bahagia, dan tentram. Betul gak?
Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tentram (QS ar-Ra’d : 28)
Jadi kita ingat ingat aja ayat ini. Hati ini akan terasa nyaman jika kita tidak terlalu larut dalam permasalahan yang kita hadapi. Sebaliknya kita akan terasa nyaman pada saat kita larut dalam pertolongan dan perlindungan Allah SWT. Anggap aja gini, sepatu itu memang tempatnya di kaki dan bukan dihati jadi pada saat sepatu itu hilang kita tidak akan merasa kehilangan yang begitu dalam. Gak perlu was was,
“wah kalau sepatuku kutinggal di depan masjid terus diambil orang, gimana? sepatu bagus jek, prada pula”
Wah kalau begini gimana sholatnya bisa khusyuk, gimana bisa khusyuk dengerin ceramah jumat dan lain sebagainya.
Jangan terlalu mencintai dunia
Kedudukan adalah tempat kita menduduki kedudukan dan bukan kita diduduki kedudukan. Maksudnya, jangan tempatkan kedudukan dalam hati karena jika terjadi apa apa dengan kedudukan ini, kita tidak akan merasa takut dan cemas. Tidak takut di pecat, menerima jika dicaci, tidak takut pula untuk dimutasi.
Ketika kita mendapatkan uang, jangan tempatkan uang tersebut di hati kita…agar tidak terlalu berat jika kita nanti harus mengeluarkan uang itu ataupun jika kita kehilangan uang tersebut.
Siap menghadapi kenyataan
Tiada sesuatu bencana yang menimpa di bumi dan tidak pula pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab Luhul Mahfuzh sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang diberikanNya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri (QS. Al-Hadiid : 22-23)
Harusnya kita menyadari bahwa apapun kejadian di dunia ini sudah diatur dengan sedetail-detailnya oleh Allah SWT, hal yang menyenangkan maupun yang tidak menyenangkan. Terkadang apa yang kita kira tidak menyenangkan belum tentu tidak membawa kebaikan pada kita. Begitu juga sebaliknya.
Misal : Kita bekerja mati-matian untuk tabungan masa depan keluarga, eh tapi ternyata ada salah satu anggota keluarga yang terkena kecelakaan motor dan mengharuskan untuk mengeluarkan uang dari tabungan. Lebih baik kita berpikir dan mengatakan ke dalam hati kita bahwa ini memang saatnya untuk mengeluarkan uang tabungan, bahwa ini memang pentingnya mempunyai tabungan.
Lebih baik jangan mengeluh dan menggerutu dengan “Coba kalau tidak ada kecelakaan ini…pasti uang tabunganku masih penuh”. Apa dengan menggerutu terus kecelakaannya bisa tidak terjadi? Gak juga kan. Kecelakaannya sudah terjadi terus buat apa mengeluh.
Lebih baik kita ridha dengan ketentuan Allah karena pada hakikatnya semu hal yang ada di kita bukanlah milik kita. Itu semua adalah barang titipan, jadi kalau Allah SWT ingin memintanya kembali ya kita harus mengembalikannya dengan tulus dan Ikhlas.
Kami tiada membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya dan pada sisi Kami ada suatu kitab yang membicarakan kebenaran, dan mereka tidak dianiaya (QS. Al-Mu’minuum : 62)
Membahagiakan diri
Sebaiknya kita membahagiakan diri bukan dengan hiburan semu tetapi yang paling tepat adalah tidak menyengsarakan diri. Jangan membesar-besarkan suatu masalah, tidak mendramatisir keadaan, tidak membayangkan hal hal negative yang akan terjadi. Hendaknya kita berusaha untuk tenang dan mengendalikan diri kita disaat kita sedang panik. Daripada ngomong “waduh mati akuuu” lebih baik kita mengucapkan “Ya Allah berikanlah saya ketenangan dan kekuatan jiwa”. InsyaAllah akan diberi jalan keluarnya setara dengan usaha kita. Amien.
Tidak mempersulit diri
Tidak ada gunanaya mempertegang dan mempersulit persoalan. Semua persoalan pasti ada penyelesainnya, tapi mau diselesaikan dengan cara apa dulu. Positive atau negative.
Tidak perlu panik jika dihadapkan suatu keadaan yang diluar dugaan kita. Seperti misalnya kita lagi memasak nasi. Maksud hati cuman ingin makan nasi dan abon daging kiriman ibu dari Surabaya, eh ternyata air untuk memasak nasinya kebanyakan. Jadilah bubur nasi.
Kita bisa memilih, mengeluh dan mengomel seharian tapi apakah dengan begitu bubur tersebut bisa kembali menjadi nasi? Gak juga kan. Sayang sekali, udah nasinya jadi bubur…eh nambah dosa lagi dengan mengeluh. 
Atau kita bisa memilih ya sudah emang nasinya dah jadi bubur terus mau diapakan…ya udah makan aja bubur sama abon.
Atau ada pilihan lain lagi, berhubung udah jadi bubur…kenapa gak sekalian aja kita jadiin bubur ayam. Tinggal ambil ayam, kerupuk, kecap, seledri…jadi deh (walaupun gak lengkap lengkap amat dan gak seenak bubur ayam di warung. Tapi kan tetep aja lumayan lah buat bubur bikinan sendiri :p)
Mencari hikmah di balik setiap kejadian
Dan sesungguhnya Kami telah menghukum Fir’aun dan kaumnya dengan mendatangkan musim kemarau yang panjang dan kekurangan buah-buahan, supaya mereka mengambil pelajaran (QS al-A’raf : 130)
Dalam setiap langkah kita, hendaknya kita selalu berusaha untuk mencari hikmah di segala kejadian yang Allah timpakan kepada kita.
Misalnya kita sudah bersiap-siap pergi ke bandara 4 jam sebelumnya karena kita takut telat buat check in dan segala tetek bengeknya, eh ternyata di dalam perjalanan itu ada saja gangguannya misal jembatan lagi buka, ada kecelakaan tram sehingga jalannya harus mutar, ban mobil meletus, ataupun terkena macet eh sesampainya dibandara pesawatnya udah pergi….sebaiknya kita menerimanya dengan bersabar…banyakin doa…supaya diberi ketenangan…
Siapa tahu ada hikmah di balik itu, misal diselamatkan dari kecelakaan atau apapun masalahnya. Mungkin contoh ini terlalu ekstrem. Coba saya kasih contoh yang lain lagi.
Misal kita kehilangan dompet padahal baru saja ngambil uang cash dan ditaruh di dompet itu…eh dompetnya hilang..mungkin kita ada perkataan “kenapa sih gk hilang waktu sebelum ngambil uang”
Daripada berkata seperti ini lebih baik kita bertafakkur, menanyakan pada diri sendiri…apa mungkin ini peringatan dari Allah SWT bahwa saya kurang bersedekah? Atau mungkin justru uang kita lagi dibersihkan oleh Allah karena ada sebagian kecil uang kita yang didapatkan dengan cara tidak halal.
InsyaAllah itu saja solusi untuk mengatasi kecemasan dan ketakutan yang sering sekali datang di kehidupan kita sehari-hari. Lebih baik kita gunakan waktu kita untuk memikirkan hal yang jauh lebih penting daripada memikirkan sesuatu yang kurang berguna. Buat apa kita menghancurkan hidup kita di dunia yang sekali ini hanya karena kurang ilmu dan kurang pandai dalam mengolah hati.
Yang terpenting adalah, kita mempercayai ketentuan Allah SWT dan yakin bahwa tidak ada satu kejadian pun yang tidak bermakna. Lebih baik kita berpikir positive kepada Allah SWT dan tidak sibuk menyalahkan Allah SWT ataupun orang lain akan persoalan-persoalan yang kita hadapi. Toh peristiwa itu tidak akan selesai dengan menyalahkan diri sendiri ataupun orang lain. Sebaliknya, kita akan mendapatkan suatu pelajaran yang sangat berharga dan berguna buat langkah kita dikemudian hari. Amien amien ya Rabbal Alamin. Wallaahu a’lam bishshawwab.