| Memilih Teman yang Bisa Membawa ke Surga |
Kamis, 15 Desember 2011
Adikk, Aku Bangga !
Assalamualaikum .
“,”””””””+ ,ku,ku,ku ruyuk ,,” ayam jagoku sedang berkokok,dan Seketika waktu menunjukan kurang lebih jam 09.00 . aku sedang asyik memainkan game di komputerku, asik sekali sampai aku tidak menghiraukan siapa saja yang lalu lalang di samping kamarku . “hem numpung asik ah, hehe” .
Lalu aku pun mendengar bisik - bisik yang di lantunkan adikku yang sedang bermain di depan kamarku, aku pun tertarik untuk melihat adikku yang sedang bermain dengan temanya di depan kamarku,seketika aku melihat mereka, aku pun berkata dala hati “””””+ asik sekali sepertinya adikku bermain””””
lalu tak lama aku mengamati ternyata mereka sedang bermain kakak dan adik “”””ckckckckck, tambah penasaran aja aku,,,,,”” tak selang kemudian adikku yang di saat itu berperan menjadi menjadi kakaknya ……””” wkwkwk, udah kayak artis aja, hahaha””” lucu – lucu””””” .
adik - adik lucu sekali kamu ini nak “ , “ dia pun mengajari temanya mengaji membaca iqro””” subhanallah, ternyata yang diajarkanya adalah adik2kanya”,,,” tambah gereget deh aku melihatnya…”””” tak lama…. eh mereka semua mulai berdiskusi seraya ada yang berkata “ ehhhh,ehhhh kamunya jadi adikk yang sholea yah, kan adikk sholea masuk surga,,,”””” plong aja mataku terkesima mendengar perkataan yang ternyata keluar dari perkataan adikku,,, ya ampun dikkkk begitu cerdasnya engkau menangkap kata – kata yang engkau pelajari””””” subhanallah,,, lanjut ke ceritanya ! “”” . aku melihat lagi mereka pun bermain kembali , dimana adikku mengajari temannya itu cara berwudhu dan berdo’a, lalu teman adikku pun mengikuti gerakan wudhu yang di ajarkan adikku””” ya ampun adik, kakakmu malu terhadap apa yang engkau perlihatkan , aku malu karena tak sebaik menjadi kakak yang engkau perankan di permainanmu itu dik….”””” -,-“ . subhanallah””””
seketika aku menoleh kebelakang datanglah 1 teman adikku membawa boneka kecilllll, ia pun langsung minta bergabung . lanjutlah mereka bermain di taman kecil nan indah di depan rumahku, rupanya mereka atur-atur lagi tuh scripsinya…”ckckck, sudah kayak movie the best seller saja “hahaha, tapi aku terlanjur terkesima melihat adikku bermain lanjutlah aku melihatimu dikk bermainnn …-“ aku pun mendengar “vi, main pacar2an aja yuk !,,, astagfirullah al adzim, aku pun kaget mendengar hal itu, tak selang aku kaget. Adikku ku pun ikut bicara””” jangan ah, pacaran gak boleh tauuuuuuuu, kata aaku dosaaaaa, aa aku juga bilang cewek ntar dapet dosa kalau gak pake bibab, nih bibabku, di pake yakkkk !”” maksudnya jilbab, subhannlah-‘’;” ””-”” ya Allah ya karim, wahai adikk ! engkau tak hanya cerdas dikkkkk, sunggu Allah memberikanmu pengetahuan yang nikmat nan banyak . Subhannallah dikkkk, engkaulah perhiasan dunia ini dik, engkaulah perempuan yang sholea nan bijak ..."_''.''"kakakmu di buat terkesima olehmu, dimana engkau mulai berani berdakhwah, walau mungkin engkau masih sangat belia, tapi ilmumu lah yang membuat orang yang seperti seumuran kakak takjub melihatmu, dikkkk lanjutkanlah perjuanganmu! Engkaulah mutiara kecilku sewaktuku remaja,,,,,”
setelah hal itu terjadi aku berpikir “””””bahwasanya ilmu agama itu adalah penerang seluruh jiwa yang ada pada diri kita”;;-“ dan selayaknya aku sebagai kakak, harus mencontohkan yang baik kepada adik2nya , walau aku hanya mengajarimu sedikit ilmu dikkk, karena ilmu kakakmu ini pun hanya sebutir jagung, tapi engkau telah lebih dariku dikkkkk, aku bangga mempunyai adikk sepertimu, engkaulah yang khelak memeprjuangkan pejuang – pejuang sunnah, bilamana mereka telah tiada .
“ Ya Allah , Ya rabb berikanlah hambamu ini keluarga,adik,istri yang hanya taat kepadamu ya Allah, Jangan jadikanlah keturunanku adalah keturunan yang engkau benci dan engkau tinggalkan, Ya Allah Ya Rabb jagalah seluruh keluargaku bilamana aku khelak menemui panggilanmu ya Allah, aku hanya Dapat menitipkan semua yang aku punya di dunia ini hanya kepadamu Ya rabb “
…...…,•’``’•,•’``’•,
…...…’•,`’•,*,•’`,•’
...……....`’•,,•’`,•’``’•,•
’``’•,
,•’``’•,•’``’•,’•….,`’•,*,
•’`,•’
’•,`’•,*,•’`,•’ …......`’•,,•’
.....`’•,,•’ ...
Wassalamualaikum .
-_-“
“,”””””””+ ,ku,ku,ku ruyuk ,,” ayam jagoku sedang berkokok,dan Seketika waktu menunjukan kurang lebih jam 09.00 . aku sedang asyik memainkan game di komputerku, asik sekali sampai aku tidak menghiraukan siapa saja yang lalu lalang di samping kamarku . “hem numpung asik ah, hehe” .
Lalu aku pun mendengar bisik - bisik yang di lantunkan adikku yang sedang bermain di depan kamarku, aku pun tertarik untuk melihat adikku yang sedang bermain dengan temanya di depan kamarku,seketika aku melihat mereka, aku pun berkata dala hati “””””+ asik sekali sepertinya adikku bermain””””
lalu tak lama aku mengamati ternyata mereka sedang bermain kakak dan adik “”””ckckckckck, tambah penasaran aja aku,,,,,”” tak selang kemudian adikku yang di saat itu berperan menjadi menjadi kakaknya ……””” wkwkwk, udah kayak artis aja, hahaha””” lucu – lucu””””” .
adik - adik lucu sekali kamu ini nak “ , “ dia pun mengajari temanya mengaji membaca iqro””” subhanallah, ternyata yang diajarkanya adalah adik2kanya”,,,” tambah gereget deh aku melihatnya…”””” tak lama…. eh mereka semua mulai berdiskusi seraya ada yang berkata “ ehhhh,ehhhh kamunya jadi adikk yang sholea yah, kan adikk sholea masuk surga,,,”””” plong aja mataku terkesima mendengar perkataan yang ternyata keluar dari perkataan adikku,,, ya ampun dikkkk begitu cerdasnya engkau menangkap kata – kata yang engkau pelajari””””” subhanallah,,, lanjut ke ceritanya ! “”” . aku melihat lagi mereka pun bermain kembali , dimana adikku mengajari temannya itu cara berwudhu dan berdo’a, lalu teman adikku pun mengikuti gerakan wudhu yang di ajarkan adikku””” ya ampun adik, kakakmu malu terhadap apa yang engkau perlihatkan , aku malu karena tak sebaik menjadi kakak yang engkau perankan di permainanmu itu dik….”””” -,-“ . subhanallah””””
seketika aku menoleh kebelakang datanglah 1 teman adikku membawa boneka kecilllll, ia pun langsung minta bergabung . lanjutlah mereka bermain di taman kecil nan indah di depan rumahku, rupanya mereka atur-atur lagi tuh scripsinya…”ckckck, sudah kayak movie the best seller saja “hahaha, tapi aku terlanjur terkesima melihat adikku bermain lanjutlah aku melihatimu dikk bermainnn …-“ aku pun mendengar “vi, main pacar2an aja yuk !,,, astagfirullah al adzim, aku pun kaget mendengar hal itu, tak selang aku kaget. Adikku ku pun ikut bicara””” jangan ah, pacaran gak boleh tauuuuuuuu, kata aaku dosaaaaa, aa aku juga bilang cewek ntar dapet dosa kalau gak pake bibab, nih bibabku, di pake yakkkk !”” maksudnya jilbab, subhannlah-‘’;” ””-”” ya Allah ya karim, wahai adikk ! engkau tak hanya cerdas dikkkkk, sunggu Allah memberikanmu pengetahuan yang nikmat nan banyak . Subhannallah dikkkk, engkaulah perhiasan dunia ini dik, engkaulah perempuan yang sholea nan bijak ..."_''.''"kakakmu di buat terkesima olehmu, dimana engkau mulai berani berdakhwah, walau mungkin engkau masih sangat belia, tapi ilmumu lah yang membuat orang yang seperti seumuran kakak takjub melihatmu, dikkkk lanjutkanlah perjuanganmu! Engkaulah mutiara kecilku sewaktuku remaja,,,,,”
setelah hal itu terjadi aku berpikir “””””bahwasanya ilmu agama itu adalah penerang seluruh jiwa yang ada pada diri kita”;;-“ dan selayaknya aku sebagai kakak, harus mencontohkan yang baik kepada adik2nya , walau aku hanya mengajarimu sedikit ilmu dikkk, karena ilmu kakakmu ini pun hanya sebutir jagung, tapi engkau telah lebih dariku dikkkkk, aku bangga mempunyai adikk sepertimu, engkaulah yang khelak memeprjuangkan pejuang – pejuang sunnah, bilamana mereka telah tiada .
“ Ya Allah , Ya rabb berikanlah hambamu ini keluarga,adik,istri yang hanya taat kepadamu ya Allah, Jangan jadikanlah keturunanku adalah keturunan yang engkau benci dan engkau tinggalkan, Ya Allah Ya Rabb jagalah seluruh keluargaku bilamana aku khelak menemui panggilanmu ya Allah, aku hanya Dapat menitipkan semua yang aku punya di dunia ini hanya kepadamu Ya rabb “
…...…,•’``’•,•’``’•,
…...…’•,`’•,*,•’`,•’
...……....`’•,,•’`,•’``’•,•
’``’•,
,•’``’•,•’``’•,’•….,`’•,*,
•’`,•’
’•,`’•,*,•’`,•’ …......`’•,,•’
.....`’•,,•’ ...
Wassalamualaikum .
-_-“
Rabu, 14 Desember 2011
Sabtu, 10 Desember 2011
Wahai Sahabatku
Assalamualaikum.
terkadang amat aneh melihat temen2ku, kadang mereka anggap aku ane gara2 gak mau ikutin tren jaman sekarang, emeng salah yah ? trennya liberalisasi mana mau saya mah ! kecuali tren dalam beribadah baru insyaallah saya mau. karena meperbanyak beribadah amaliyah . terkadang saya melihat teman2 saya berpacaran , saya pun merasa aneh terkadang berkata " dia tau dari mana kalau pacarnya pasangan dia khelak ?", kadang pula orang bilang kepadaku " numpung kita masih muda, nikmatin masa muda loe dengan mencari pengalaman," hem bukan pengalaman seperti itu sobat ! pengalaman yang baik adalah dirimu mengkoreksi semua yang ada pada dirimu, bukan untuk mencari kesalahan ! apa yang kamu dapatkan ? kadang pula aku di anggap aneh bila ada wanita yang mendekatiku aku selalu kabur " hahaha, maksudnya jaga jarak" hem ini jawabanku sobat ""Sesungguhnya seorang lelaki yang ditusuk di kepalanya dengan jarum besi adalah lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya" [Riwayat At-Tabarani - hadis mawquf, disahihkan oleh al-Albani dalam As-Silsilah Ash-Shahihah]" aku tidak mau khelak aku masuk neraka , kalian pun juga pastinya tidak mau ? lalu ada yang bilang " jar ayo napa main malem mingguan kemana gek, ke jababeka gek, yang penting mah nghibur diri aja " hem , jangan sia2kan waktu luangmu wahai sahabatku, " mending dirumah aja ah " inilah jawaban pamungkasku , hehehehe , karena aku beranggapan bukan sembarang anggapan ingat " baity jannaty, rumahku surgaku" bagaimana bisa aku meninggalkan surgaku didunia ini ? tentu mungkin kalau keluar malem2nya bermanfaat contoh olahraga badminton,futsal,belajar bareng kalau itu aku mau lah, wong sehat dan berguna" jadi sekali lagi wahai sahabatku, bukannya aku tak setia kawan, tapi aku ingin menjadi kwan yang baik untuk kalian semua . -_-"
jadi bagaimana cara menjadi pemuda muslim yang baik sobat ? yah mungkin kita mencari jalan kita masing - masing, tapi alangkah baiknya bila kita meluangkan waktu kita untuk beribadah,berkarya,menegakan sunnah,mencari mana yang benar dan salah, numpung kita masih muda lho, umur itu kita gak tau kapan berakhirnya ! jangan beranggapan "loe masih muda" loh anak bayi aja bisa meninggal mendadak, apalagi kita ini para pemuda? apalagi mati dalam keadaan berdosa, belum taubat ? apa yang kamu dapatkan sekali lagi wahai sobatku? naudzu min dzalik .
inilah untuk kita renungkan wahai sobatku, jadikanlah hidupmu itu bermanfaat,berguna,berkarya,"karya yang baik" karena muslim yang baik adalah seorang muslim yang berguna bagi muslim lainnya !
wa'llahu a'lam bishowab
wassalamualaikum .
Fajar Ichwan Smk Bina Nusantara Informatika
terkadang amat aneh melihat temen2ku, kadang mereka anggap aku ane gara2 gak mau ikutin tren jaman sekarang, emeng salah yah ? trennya liberalisasi mana mau saya mah ! kecuali tren dalam beribadah baru insyaallah saya mau. karena meperbanyak beribadah amaliyah . terkadang saya melihat teman2 saya berpacaran , saya pun merasa aneh terkadang berkata " dia tau dari mana kalau pacarnya pasangan dia khelak ?", kadang pula orang bilang kepadaku " numpung kita masih muda, nikmatin masa muda loe dengan mencari pengalaman," hem bukan pengalaman seperti itu sobat ! pengalaman yang baik adalah dirimu mengkoreksi semua yang ada pada dirimu, bukan untuk mencari kesalahan ! apa yang kamu dapatkan ? kadang pula aku di anggap aneh bila ada wanita yang mendekatiku aku selalu kabur " hahaha, maksudnya jaga jarak" hem ini jawabanku sobat ""Sesungguhnya seorang lelaki yang ditusuk di kepalanya dengan jarum besi adalah lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya" [Riwayat At-Tabarani - hadis mawquf, disahihkan oleh al-Albani dalam As-Silsilah Ash-Shahihah]" aku tidak mau khelak aku masuk neraka , kalian pun juga pastinya tidak mau ? lalu ada yang bilang " jar ayo napa main malem mingguan kemana gek, ke jababeka gek, yang penting mah nghibur diri aja " hem , jangan sia2kan waktu luangmu wahai sahabatku, " mending dirumah aja ah " inilah jawaban pamungkasku , hehehehe , karena aku beranggapan bukan sembarang anggapan ingat " baity jannaty, rumahku surgaku" bagaimana bisa aku meninggalkan surgaku didunia ini ? tentu mungkin kalau keluar malem2nya bermanfaat contoh olahraga badminton,futsal,belajar bareng kalau itu aku mau lah, wong sehat dan berguna" jadi sekali lagi wahai sahabatku, bukannya aku tak setia kawan, tapi aku ingin menjadi kwan yang baik untuk kalian semua . -_-"
jadi bagaimana cara menjadi pemuda muslim yang baik sobat ? yah mungkin kita mencari jalan kita masing - masing, tapi alangkah baiknya bila kita meluangkan waktu kita untuk beribadah,berkarya,menegakan sunnah,mencari mana yang benar dan salah, numpung kita masih muda lho, umur itu kita gak tau kapan berakhirnya ! jangan beranggapan "loe masih muda" loh anak bayi aja bisa meninggal mendadak, apalagi kita ini para pemuda? apalagi mati dalam keadaan berdosa, belum taubat ? apa yang kamu dapatkan sekali lagi wahai sobatku? naudzu min dzalik .
inilah untuk kita renungkan wahai sobatku, jadikanlah hidupmu itu bermanfaat,berguna,berkarya,"karya yang baik" karena muslim yang baik adalah seorang muslim yang berguna bagi muslim lainnya !
wa'llahu a'lam bishowab
wassalamualaikum .
Fajar Ichwan Smk Bina Nusantara Informatika
Jumat, 18 November 2011
Kisah Cinta Paling Indah
Kisah Cinta Paling Indah
Sahabatku sekalian, taukah kalian arti cinta sejati ? Apakah
sahabat pernah mendengar atau mengetahui kisah cinta Qais dan Laila atau
kisah cinta Romeo dan Juliet ataukah Laila dan Majnun ?
Apakah kisah cinta seperti itu yang dikatakan sebagai kisah cinta sejati ? Seperti yang sahabat ketahui bahwa kisah cinta mereka tidaklah berakhir di pelaminan bahkan rela mati demi cintanya.
Lalu, cinta seperti apakah yang dikatakan sebagai cinta sejati. Cinta sejati antara dua insan adalah cinta yang terus abadi dalam setelah pernikahan yang berlandaskan atas kecintaan mereka kepada Sang Pemilik Cinta yaitu Allah 'Azza Wa Jalla. Walaupun salah satu meninggal, namun cinta sejati ini terus saja abadi. Kisah cinta siapakah yang begitu indah ini ?
Kisah cinta yang paling indah ini siapa lagi yang memilikinya kalau bukan kisah cinta Junjungan kita, Muhammad Saw kepada Khadijah ra.
Sungguh sebuah cinta yang mengaggumkan, cinta yang tetap abadi walaupun Khadijah telah meninggal. Setahun setelah Khadijah meninggal, ada seorang wanita shahabiyah yang menemui Rasulullah Saw. Wanita ini bertanya, "Ya Rasulullah, mengapa engkau tidak menikah ? Engkau memiliki 9 keluarga dan harus menjalankan seruan besar."
Sambil menangis Rasulullah Saw menjawab, "Masih adakah orang lain setelah Khadijah?"
Kalau saja Allah tidak memerintahkan Muhammad Saw untuk menikah, maka pastilah Beliau tidak akan menikah untuk selama-lamanya. Nabi Muhammad Saw menikah dengan Khadijah layaknya para lelaki. Sedangkan pernikahan-pernikahan setelah itu hanya karena tuntutan risalah Nabi Saw, Beliau tidak pernah dapat melupakan istri Beliau ini walaupun setelah 14 tahun Khadijah meninggal.
Pada masa penaklukan kota Makkah, orang-orang berkumpul di sekeliling Beliau, sementara orang-orang Quraisy mendatangi Beliau dengan harapan Beliau mau memaafkan mereka, tiba-tiba Beliau melihat seorang wanita tua yang datang dari jauh. Beliau langsung meninggalkan kerumunan orang ini. Berdiri dan bercakap-cakap dengan wanita itu. Beliau kemudian melepaskan jubah Beliau dan menghamparkannya ke tanah. Beliau duduk dengan wanita tua itu.
Bunda Aisyah bertanya, "Siapa wanita yang diberi kesempatan, waktu, berbicara, dan mendapat perhatian penuh Nabi Saw ini?"
Nabi menjawab, "Wanita ini adalah teman Khadijah."
"Kalian sedang membicarakan apa, ya Rasulullah?" tanya Aisyah
"Kami baru saja membicarakan hari-hari bersama Khadijah."
Mendengar jawaban Beliau ini, Aisyah pun merasa cemburu. "Apakah engkau masih mengingat wanita tua ini (Khadijah), padahal ia telah tertimbun tanah dan Allah telah memberikan ganti untukmu yang lebih baik darinya?"
"Demi Allah, Allah tidak pernah menggantikan wanita yang lebih baik darinya. Ia mau menolongku di saat orang-orang mengusirku. Ia mau mempercayaiku di saat orang-orang mendustakanku."
Aisyah merasa bahwa Rasulullah Saw marah. "Maafkan aku, ya Rasulullah."
"Mintalah maaf kepada Khadijah, baru aku akan memaafkanmu." (Hadits ini diriwayatkan Bukhari dari Ummul Mukminin Aisyah)
Sahabatku, apakah mungkin ada cinta seperti itu, yang dapat terus abadi setelah orang yang dicintai meninggal 14 tahun yang telah lewat ? Yupz, karena cinta ini tidak pernah didahului hubungan haram dan karena ketaatan kepada Allah menjadi dasar dalam rumah tangga ini. Rumah tangga yang selalu dihiasi dengan dzikir kepada Allah, bukan rumah yang digunakan untuk mengingat setan.
Bagaimana pendapat kalian, sahabat muda sekalian, apakah kalian tidak ingin menjadikan rumah tangga kalian seperti ini ?. Suami membaca Al-Qur'an bersama istrinya. Betapa agungnya ketika anak-anak mereka turut serta membaca Al-Qur'an.
Menjelang waktu Shubuh tiba, si istri membangunkan suaminya untuk melaksanakan shalat Shubuh. Suami melaksanakan shalat Qiyaam al-lail 2 rakaat bersama istrinya. Seperti apa rumah ini ? Indah nian bukan ? betapa manisnya, betapa indah cinta di dalam rumah tangga ini.
Cobalah, pasti kalian dapat menemukan segalanya berubah, cinta pun bertambah, dan Allah melimpahkan berkah-Nya kepada kalian.
"Menikah jauh lebih baik daripada pacaran"
Apakah kisah cinta seperti itu yang dikatakan sebagai kisah cinta sejati ? Seperti yang sahabat ketahui bahwa kisah cinta mereka tidaklah berakhir di pelaminan bahkan rela mati demi cintanya.
Lalu, cinta seperti apakah yang dikatakan sebagai cinta sejati. Cinta sejati antara dua insan adalah cinta yang terus abadi dalam setelah pernikahan yang berlandaskan atas kecintaan mereka kepada Sang Pemilik Cinta yaitu Allah 'Azza Wa Jalla. Walaupun salah satu meninggal, namun cinta sejati ini terus saja abadi. Kisah cinta siapakah yang begitu indah ini ?
Kisah cinta yang paling indah ini siapa lagi yang memilikinya kalau bukan kisah cinta Junjungan kita, Muhammad Saw kepada Khadijah ra.
Sungguh sebuah cinta yang mengaggumkan, cinta yang tetap abadi walaupun Khadijah telah meninggal. Setahun setelah Khadijah meninggal, ada seorang wanita shahabiyah yang menemui Rasulullah Saw. Wanita ini bertanya, "Ya Rasulullah, mengapa engkau tidak menikah ? Engkau memiliki 9 keluarga dan harus menjalankan seruan besar."
Sambil menangis Rasulullah Saw menjawab, "Masih adakah orang lain setelah Khadijah?"
Kalau saja Allah tidak memerintahkan Muhammad Saw untuk menikah, maka pastilah Beliau tidak akan menikah untuk selama-lamanya. Nabi Muhammad Saw menikah dengan Khadijah layaknya para lelaki. Sedangkan pernikahan-pernikahan setelah itu hanya karena tuntutan risalah Nabi Saw, Beliau tidak pernah dapat melupakan istri Beliau ini walaupun setelah 14 tahun Khadijah meninggal.
Pada masa penaklukan kota Makkah, orang-orang berkumpul di sekeliling Beliau, sementara orang-orang Quraisy mendatangi Beliau dengan harapan Beliau mau memaafkan mereka, tiba-tiba Beliau melihat seorang wanita tua yang datang dari jauh. Beliau langsung meninggalkan kerumunan orang ini. Berdiri dan bercakap-cakap dengan wanita itu. Beliau kemudian melepaskan jubah Beliau dan menghamparkannya ke tanah. Beliau duduk dengan wanita tua itu.
Bunda Aisyah bertanya, "Siapa wanita yang diberi kesempatan, waktu, berbicara, dan mendapat perhatian penuh Nabi Saw ini?"
Nabi menjawab, "Wanita ini adalah teman Khadijah."
"Kalian sedang membicarakan apa, ya Rasulullah?" tanya Aisyah
"Kami baru saja membicarakan hari-hari bersama Khadijah."
Mendengar jawaban Beliau ini, Aisyah pun merasa cemburu. "Apakah engkau masih mengingat wanita tua ini (Khadijah), padahal ia telah tertimbun tanah dan Allah telah memberikan ganti untukmu yang lebih baik darinya?"
"Demi Allah, Allah tidak pernah menggantikan wanita yang lebih baik darinya. Ia mau menolongku di saat orang-orang mengusirku. Ia mau mempercayaiku di saat orang-orang mendustakanku."
Aisyah merasa bahwa Rasulullah Saw marah. "Maafkan aku, ya Rasulullah."
"Mintalah maaf kepada Khadijah, baru aku akan memaafkanmu." (Hadits ini diriwayatkan Bukhari dari Ummul Mukminin Aisyah)
Sahabatku, apakah mungkin ada cinta seperti itu, yang dapat terus abadi setelah orang yang dicintai meninggal 14 tahun yang telah lewat ? Yupz, karena cinta ini tidak pernah didahului hubungan haram dan karena ketaatan kepada Allah menjadi dasar dalam rumah tangga ini. Rumah tangga yang selalu dihiasi dengan dzikir kepada Allah, bukan rumah yang digunakan untuk mengingat setan.
Bagaimana pendapat kalian, sahabat muda sekalian, apakah kalian tidak ingin menjadikan rumah tangga kalian seperti ini ?. Suami membaca Al-Qur'an bersama istrinya. Betapa agungnya ketika anak-anak mereka turut serta membaca Al-Qur'an.
Menjelang waktu Shubuh tiba, si istri membangunkan suaminya untuk melaksanakan shalat Shubuh. Suami melaksanakan shalat Qiyaam al-lail 2 rakaat bersama istrinya. Seperti apa rumah ini ? Indah nian bukan ? betapa manisnya, betapa indah cinta di dalam rumah tangga ini.
Cobalah, pasti kalian dapat menemukan segalanya berubah, cinta pun bertambah, dan Allah melimpahkan berkah-Nya kepada kalian.
"Menikah jauh lebih baik daripada pacaran"
Sabtu, 29 Oktober 2011
"Bisakah Aku Jatuh Cinta Kembali "
"Bisakah Aku Jatuh Cinta Kembali "
terlalu lama mungkin teramat lama hatiku ini menutup semua gerbang kasihku untuk para wanita yang mungkin mencintaiku dan ingin jadi kekasihku, tetapi aku sangat tidak menyukai cara seperti itu ? .
entah apa yang aku rasakan dengan hatiku ini, apa mungkin aku membenci yang namanya kasih sayang "oh ya Allah semoga aja tidak ", apakah aku masih mencintai mantanku jawabannya adalah Tidak pula .
lalu apa???? mungkin engkau ya Allah yang mengetahuinya .
Apakah engkau menyimpan seseorang yang aku impikan sekali wahai Rabbku? semoga engkau menjabah semua do'aku !
apakah ada nanti ada seseorang wanita yang mencintaiku karenamu, dan menjadi istriku karenamu ? itulah wanita yang selalu aku impikan dalam renunganku .
setitik air mataku ini bergelinang membasahi mimpiku karena aku meminta agar aku diberi kesabaran dan tawakal dari dirimu ya Allah, karena aku sudah mulai tergoyahkan iman cintaku yang dahulu kala cinta itu sepenuhnya untukmu . maafkan Ya Allah, yang telah membuatmu cemburu karena aku sudah sedikit jauh dari fajar yang mencintaimu dahulu kala .
ya Allah berilah hambamu cinta yang engkau ridhoi, jadikanlah pasanganku khelak menjadi pendampingku di dunia dan akherat,dan kuatkanlah imanku ini karena aku percaya " lelaki yang baik untuk wanita yang baik pula " dan juga sebaliknya .
wa'llahu a'lam bis'showab . wassalamualaikum :-d
terlalu lama mungkin teramat lama hatiku ini menutup semua gerbang kasihku untuk para wanita yang mungkin mencintaiku dan ingin jadi kekasihku, tetapi aku sangat tidak menyukai cara seperti itu ? .
entah apa yang aku rasakan dengan hatiku ini, apa mungkin aku membenci yang namanya kasih sayang "oh ya Allah semoga aja tidak ", apakah aku masih mencintai mantanku jawabannya adalah Tidak pula .
lalu apa???? mungkin engkau ya Allah yang mengetahuinya .
Apakah engkau menyimpan seseorang yang aku impikan sekali wahai Rabbku? semoga engkau menjabah semua do'aku !
apakah ada nanti ada seseorang wanita yang mencintaiku karenamu, dan menjadi istriku karenamu ? itulah wanita yang selalu aku impikan dalam renunganku .
setitik air mataku ini bergelinang membasahi mimpiku karena aku meminta agar aku diberi kesabaran dan tawakal dari dirimu ya Allah, karena aku sudah mulai tergoyahkan iman cintaku yang dahulu kala cinta itu sepenuhnya untukmu . maafkan Ya Allah, yang telah membuatmu cemburu karena aku sudah sedikit jauh dari fajar yang mencintaimu dahulu kala .
ya Allah berilah hambamu cinta yang engkau ridhoi, jadikanlah pasanganku khelak menjadi pendampingku di dunia dan akherat,dan kuatkanlah imanku ini karena aku percaya " lelaki yang baik untuk wanita yang baik pula " dan juga sebaliknya .
wa'llahu a'lam bis'showab . wassalamualaikum :-d
Kamis, 07 Juli 2011
Surga Diliputi Perkara Yang Dibenci Jiwa, Neraka Diliputi Perkara Yang Disukai Nafsu
Surga Diliputi Perkara Yang Dibenci Jiwa, Neraka Diliputi Perkara Yang Disukai
Dari Anas bin Malik radhiyallahu’anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda,
حُفَّتِ الْجَنَّةُ بِالْمَكَارِهِ وَحُفَّتِ النَّارُ بِالشَّهَوَاتِ
“Surga itu diliputi perkara-perkara yang dibenci (oleh jiwa) dan neraka itu diliputi perkara-perkara yang disukai syahwat.”(HR. Muslim)
Mengenal kosa kata
Huffat: Berasal dari kata al-hafaf (الحَفَاف) yang berarti sesuatu yang meliputi sesuatu yang lain yang berarti surga dan neraka itu diliputi sesuatu. Seseorang tidak akan memasuki surga dan neraka kecuali setelah melewati hijab terebut. Dalam riwayat Bukhari kata huffat diganti dengan kata hujibat (حُجِبَت ) yang berarti tabir, hijab ataupun pembatas dan keduanya memiliki makna sama. Hal ini ditegaskan Ibnul Arabi sebagaimana dinukil Ibnu Hajar dalam Fathul Baari.
Al-Jannah: Kampung kenikmatan.
Al-Makarih: Perkara-perkara yang dibenci (oleh jiwa) berupa ketaatan dan ketundukan terhadap aturan-aturan Allah Ta’ala.
An-Nar: Kampung siksaan dan adzab.
Asy-Syahawat: Nafsu yang condong kepada kejelekan-kejelekan.
Penjelasan ulama tentang hadits ini
Saudariku, semoga Allah merahmatimu. Agar lebih memahami makna hadits diatas alangkah baiknya kita simak penuturan Imam Nawawi rahimahullah berikut ini,
“Para ulama mengatakan,’Hadits ini mengandung kalimat-kalimat yang indah dengan cakupan makna yang luas serta kefasihan bahasa yang ada pada diri Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam. Sehingga beliau membuat perumpamaan yang sangat baik dan tepat. Hadits ini menjelaskan kepada kita bahwa seseorang itu tidak akan masuk surga sehingga mengamalkan perkara-perkara yang dibenci jiwa, begitupula sebaliknya seseorang itu tidak akan masuk neraka sehingga ia mengamalkan perkara-perkara yang disenangi oleh syahwat. Demikian itu dikarenakan ada tabir yang menghiasi surga dan neraka berupa perkara-perkara yang dibenci ataupun yang disukai jiwa. Barangsiapa yang berhasil membuka tabir maka ia akan sampai kedalamnya. Tabir surga itu dibuka dengan amalan-amalan yang dibenci jiwa dan tabir neraka itu dibuka dengan amalan-amalan yang disenangi syahwat. Diantara amalan-amalan yang dibenci jiwa seperti halnya bersungguh-sungguh dalam beribadah kepada Allah Ta’ala serta menekuninya, bersabar disaat berat menjalankannya, menahan amarah, memaafkan orang lain, berlaku lemah lembut, bershadaqah, berbuat baik kepada orang yang pernah berbuat salah, bersabar untuk tidak memperturutkan hawa nafsu dan yang lainnya. Sementara perkara yang menghiasi neraka adalah perkara-perkara yang disukai syahwat yang jelas keharamannya seperti minum khamr, berzina, memandang wanita yang bukan mahramnya (tanpa hajat), menggunjing, bermain musik dan yang lainnya. Adapun syahwat (baca:keinginan) yang mubah maka tidak termasuk dalam hal ini. Namun makruh hukumnya bila berlebih-lebihan karena dikhawatirkan akan menjerumuskan pada perkara-perkara haram, setidaknya hatinya menjadi kering atau melalaikan hati untuk melakukan ketaatan bahkan bisa jadi hatinya menjadi condong kepada gemerlapnya dunia.”(Syarhun Nawawi ‘ala Muslim, Asy-Syamilah).
Ibnu Hajar rahimahullah dalam Fathul Baari berkata,
“Yang dimaksud dengan al-makarih (perkara-perkara yang dibenci jiwa) adalah perkara-perkara yang dibebankan kepada seorang hamba baik berupa perintah ataupun larangan dimana ia dituntut bersungguh-sungguh mengerjakan perintah dan meninggalkan larangan tersebut. Seperti bersungguh sungguh mengerjakan ibadah serta berusaha menjaganya dan menjauhi perbuatan dan perkataan yang dilarang Allah Ta’ala. Penggunaan kata al-makarih disini disebabkan karena kesulitan dan kesukaran yang ditemui seorang hamba dalam menjalankan perintah dan meninggalkan larangan. Adapun yang dimaksud syahwat disini adalah perkara-perkara yang dilakukan untuk menikmati lezatnya dunia sementara syariat melarangnya. Baik karena perbuatan tersebut haram dikerjakan maupun perbuatan yang membuat pelakunya meninggalkan hal yang dianjurkan. Seakan akan Nabi shallallahu’alaihi wasallam mengatakan seseorang tidaklah sampai ke surga kecuali setelah melakukan amalan yang dirasa begitu sulit dan berat. Dan sebaliknya seseorang tidak akan sampai ke neraka kecuali setelah menuruti keinginan nafsunya. Surga dan nereka dihijabi oleh dua perkara tersebut, barangsiapa membukanya maka ia sampai kedalamnya. Meskipun dalam hadits tersebut menggunakan kalimat khabar (berita) akan tetapi maksudnya adalah larangan.”(Fathul Baari 18/317, Asy-Syamilah)
Hiasai harimu dengan hadist ini !
Syaikh Abdurrazzaq hafidzahullah memberikan contoh kepada kita bagaimana cara mengaplikasikan hadits ini dalam kehidupan sehari-hari, beliau berkata,
“Kunasehatkan bagi diriku sendiri dan saudaraku sekalian. Jika engkau mendengar adzan telah dikumandangkan ‘hayya alash shalah hayya ‘alal falah’ namun jiwamu merasa benci melaksanakannya, mengulur-ulur waktu dan merasa malas. Ingatkan dirimu tentang hadits ini bahwa surga itu diliputi perkara-perkara yang dibenci jiwa.
Jika kewajiban membayar zakat telah tiba dan jiwamu merasa malas mengeluarkannya serta membagikannya kepada fakir miskin maka ingatkan dirimu dengan hadits ini bahwa surga itu diliputi perkara yang dibenci jiwa.
Jika waktu puasa telah tiba sementara jiwamu merasa enggan menunaikannya, ingatkan dirimu degan hadits ini. Sungguh surga itu diliputi perkara yang dibenci jiwa.
Begitu juga ketika jiwamu merasa malas untuk berbakti kepada orang tua, enggan berbuat baik kepada keduanya dan merasa berat memenuhi hak-haknya, ingatkan dirimu dengan hadits ini bahwa surga itu diliputi perkara yang dibenci jiwa”.
Beliau hafidzahullah juga berkata, “Sebaliknya ketika jiwamu condong kepada perbuatan-perbuatan keji,zina dan perbuatan haram maka ingatkan dirimu bahwa neraka itu diiputi perkara-perkara yang disenangi syahwat. Ingatkan pula jika sekarang engkau lakukan perbuatan ini maka kelak engkau akan masuk neraka.
Jika jiwamu tergoda dengan perbuatan riba, maka ingatkan dirimu bahwa Allah dan rasulNya telah mengharamkannnya dan pelakunya kelak akan masuk neraka.
Begitu juga ketika jiwamu sedang ketagihan minum minuman keras dan minuman haram lainnya maka ingatkan dirimu bahwa neraka itu diliputi perkara-perkara yang disenangi syahwat.
Ketika jiwamu merasa rindu mendengarkan musik, lagu-lagu dan nyanyian-nyanyian yang telah Allah haramkan atau ketika kedua matamu mulai condong melihat sesuatu yang Allah haramkan berupa vcd-vcd porno, gambar-gambar porno dan pemandangan haram lainnya maka ingatkan dirimu bahwa neraka itu diliputi perkara-perkara yang disenangi syahwat
Jika engkau selalu menerapkan hadits ini dalam sendi-sendi kehidupanmu dan berusaha menghadirkannya setiap saat maka dengan ijin Allah engkau akan bisa menjauhi perbuatan haram dan memudahkanmu menjalankan ketaatan kepadaNya.”(Muhadharah Syaikh Abdurrazzaq hafidzahullah)
Ingatlah, jiwa manusia itu condong pada kejelekan
Allah Ta’ala berfirman,
إِنَّ النَّفْسَ لَأَمَّارَةٌ بِالسُّوءِ إِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّي
“Sesungguhnya jiwa (manusia) itu menyuruh pada kejelekan kecuali jiwa yang dirahmati Tuhanku.” (QS. Yusuf: 53)
Ath-Thabari berkata tentang ayat ini, “Jiwa yang dimaksudkan adalah jiwa para hamba, ia senantiasa memerintahkan pada perkara-perkara yang disenangi nafsu. Sementara hawa nafsu itu jauh dari keridhaan Allah Ta’ala.”(Jami’ul Bayan fi Ta’wilil Qur’an, Asy-Syamilah)
Saudariku, perhatikanlah nasehat Ibnul Jauzi rahimahullah berikut,
“Ketahuilah, semoga Allah mamberikan taufiq kepadamu. Sesungguhnya watak dasar jiwa manusia itu cinta kepada hawa nafsunya. Telah berlalu penjelasan tentang begitu dasyatnya bahaya hawa nafsu, sehingga untuk menghadapinya engkau membutuhkan kesungguhan dan pertentangan dalam diri jiwamu. Ketika engkau tidak mecegah keinginan hawa nafsumu maka pemikiran-pemikiran sesat (kejelekan-kejelekan) itu akan menyerang sehingga tercapailah keinginan hawa nafsumu.” (Dzammul Hawa, hal.36, Asy-Syamilah)
Hadits penjelas
Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu’alaihiwassalam bersabda,
“Ketika surga dan neraka diciptakan, Allah Ta’ala mengutus Jibril ‘alaihissalam pergi ke surga seraya berfirman, ‘Lihatlah ia dan perhatikanlah segala sesuatu yang Aku sediakan bagi penduduknya kelak!”
Nabi shallallahu’alaihi wasallam melanjutkan, “Jibril pun mendatangi, melihat dan memperhatikan segala nikmat yang Allah sediakan bagi penduduk surga. Kemudian Jibril kembali kepada Allah seraya berkata, ‘Demi kemuliaanMu, tidak ada seorangpun yang mendengar tentang berita surga kecuali ingin memasukinya’.
Kemudian Allah memerintahkan surga sehingga ia diliputi perkara-perkara yang dibenci (jiwa). Lalu Allah Ta’ala memerintahkan Jibril, ‘Kembalilah kepadanya dan lihatlah segala sesuatu yang Aku sediakan bagi penduduk surga!’ Maka Jibrilpun kembali ke surga dan ia temui bahwasanya surga telah diliputi dengan perkara-perkara yang dibenci oleh jiwa manusia. Kemudian Jibril menadatangi Allah Ta’ala seraya berkata, ‘Demi kemuliaanMu sungguh aku khawatir tidak ada seorangpun yang bisa memasukinya!’
Lalu Allah memerintahkan,’Pergilah ke neraka, lihatlah dan perhatikanlah siksaan yang Aku sediakan bagi penghuninya kelak!’ Maka ketika dineraka terdapat api yang menyala-nyala dan bertumpuk-tumpuk , Jibril kembali kepada Allah Ta’ala dan berkata, ‘Demi kemuliaanMu tidak ada seorangpun yang ingin memasukinya.’ Kemudian Allah Ta’ala memerintahkan agar neraka dipenuhi dengan perkara-perkara yang disukai syahwat. Allah Ta’ala berfirman, ‘Kembalilah padanya!’ Jibrilpun kembali ke neraka dan berkata, ‘Demi kemuliaanMu, aku khawatir tidak ada seorangpun dari hambaMu yang bisa selamat dari siksaan neraka.” (HR. Tirmidzi, beliau berkata, “Hadits ini hasan shahih” . Begitupula Syaikh Al-Albani menilai hadits ini hasan shahih.(Sunan At-Tirmidzi, Asy-Syamilah)
Saudariku, akhirnya kami hanya bisa berdoa semoga kita semua dimasukkan Allah Ta’ala menjadi golongan penghuni surgaNya yang tertinggi dan dijauhkan dari segala jalan yang mengantarkan kita ke nerakaNya.
اَللّهُمَّ إِنِّى أَ سْئَلُكَ الجَنَّةَ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ وَ عَملٍ وَ أَعُوْ ذُبِكَ مِنَ النَّارِ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ وَ عَمَلٍ
“Ya Allah…aku memohon kepadamu surga dan segala sesuatu yang bisa mendekatkanku dengannya baik berupa perkataan ataupun perbuatan. Dan aku berlindung kepadamu dari siksaan neraka dan segala sesuatu yang bisa mendekatkanku dengannya baik berupa perkataan ataupun perbuatan.” (Musnad Imam Ahmad)
Washallahu’ala nabiyyina Muhammadin wa’ala alihi washahbihi wasallam
Penulis : fajar ichwan
Murojaah : Ust. Aris Munandar hafidzahullah
Maraji‘ :
Dzammul Hawa, Ibnul Jauzi, Maktabah Asy-Syamilah
Fathul Baari, Ibnu Hajar Al-Atsqalani, Maktabah Asy-Syamilah
Jami’ul Bayan fi Ta’wilil Qur’an, Imam Al-Qurthubi, Maktabah Asy-Syamilah
Muhadharah Syaikh Abdurrazzaq Al-Badr, www.radiorodja.com
Sunan At-Tirmidzi, Abu ‘Isa Imam At-Tirmidzi, Maktabah Asy-Syamilah
Syarhun Nawawi ‘Ala Muslim, Imam Nawawi, Maktabah Asy-Syamilah
^^^^^^^^^^++++++++++^^^^^^^^^^^^^
Dari Anas bin Malik radhiyallahu’anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda,
حُفَّتِ الْجَنَّةُ بِالْمَكَارِهِ وَحُفَّتِ النَّارُ بِالشَّهَوَاتِ
“Surga itu diliputi perkara-perkara yang dibenci (oleh jiwa) dan neraka itu diliputi perkara-perkara yang disukai syahwat.”(HR. Muslim)
Mengenal kosa kata
Huffat: Berasal dari kata al-hafaf (الحَفَاف) yang berarti sesuatu yang meliputi sesuatu yang lain yang berarti surga dan neraka itu diliputi sesuatu. Seseorang tidak akan memasuki surga dan neraka kecuali setelah melewati hijab terebut. Dalam riwayat Bukhari kata huffat diganti dengan kata hujibat (حُجِبَت ) yang berarti tabir, hijab ataupun pembatas dan keduanya memiliki makna sama. Hal ini ditegaskan Ibnul Arabi sebagaimana dinukil Ibnu Hajar dalam Fathul Baari.
Al-Jannah: Kampung kenikmatan.
Al-Makarih: Perkara-perkara yang dibenci (oleh jiwa) berupa ketaatan dan ketundukan terhadap aturan-aturan Allah Ta’ala.
An-Nar: Kampung siksaan dan adzab.
Asy-Syahawat: Nafsu yang condong kepada kejelekan-kejelekan.
Penjelasan ulama tentang hadits ini
Saudariku, semoga Allah merahmatimu. Agar lebih memahami makna hadits diatas alangkah baiknya kita simak penuturan Imam Nawawi rahimahullah berikut ini,
“Para ulama mengatakan,’Hadits ini mengandung kalimat-kalimat yang indah dengan cakupan makna yang luas serta kefasihan bahasa yang ada pada diri Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam. Sehingga beliau membuat perumpamaan yang sangat baik dan tepat. Hadits ini menjelaskan kepada kita bahwa seseorang itu tidak akan masuk surga sehingga mengamalkan perkara-perkara yang dibenci jiwa, begitupula sebaliknya seseorang itu tidak akan masuk neraka sehingga ia mengamalkan perkara-perkara yang disenangi oleh syahwat. Demikian itu dikarenakan ada tabir yang menghiasi surga dan neraka berupa perkara-perkara yang dibenci ataupun yang disukai jiwa. Barangsiapa yang berhasil membuka tabir maka ia akan sampai kedalamnya. Tabir surga itu dibuka dengan amalan-amalan yang dibenci jiwa dan tabir neraka itu dibuka dengan amalan-amalan yang disenangi syahwat. Diantara amalan-amalan yang dibenci jiwa seperti halnya bersungguh-sungguh dalam beribadah kepada Allah Ta’ala serta menekuninya, bersabar disaat berat menjalankannya, menahan amarah, memaafkan orang lain, berlaku lemah lembut, bershadaqah, berbuat baik kepada orang yang pernah berbuat salah, bersabar untuk tidak memperturutkan hawa nafsu dan yang lainnya. Sementara perkara yang menghiasi neraka adalah perkara-perkara yang disukai syahwat yang jelas keharamannya seperti minum khamr, berzina, memandang wanita yang bukan mahramnya (tanpa hajat), menggunjing, bermain musik dan yang lainnya. Adapun syahwat (baca:keinginan) yang mubah maka tidak termasuk dalam hal ini. Namun makruh hukumnya bila berlebih-lebihan karena dikhawatirkan akan menjerumuskan pada perkara-perkara haram, setidaknya hatinya menjadi kering atau melalaikan hati untuk melakukan ketaatan bahkan bisa jadi hatinya menjadi condong kepada gemerlapnya dunia.”(Syarhun Nawawi ‘ala Muslim, Asy-Syamilah).
Ibnu Hajar rahimahullah dalam Fathul Baari berkata,
“Yang dimaksud dengan al-makarih (perkara-perkara yang dibenci jiwa) adalah perkara-perkara yang dibebankan kepada seorang hamba baik berupa perintah ataupun larangan dimana ia dituntut bersungguh-sungguh mengerjakan perintah dan meninggalkan larangan tersebut. Seperti bersungguh sungguh mengerjakan ibadah serta berusaha menjaganya dan menjauhi perbuatan dan perkataan yang dilarang Allah Ta’ala. Penggunaan kata al-makarih disini disebabkan karena kesulitan dan kesukaran yang ditemui seorang hamba dalam menjalankan perintah dan meninggalkan larangan. Adapun yang dimaksud syahwat disini adalah perkara-perkara yang dilakukan untuk menikmati lezatnya dunia sementara syariat melarangnya. Baik karena perbuatan tersebut haram dikerjakan maupun perbuatan yang membuat pelakunya meninggalkan hal yang dianjurkan. Seakan akan Nabi shallallahu’alaihi wasallam mengatakan seseorang tidaklah sampai ke surga kecuali setelah melakukan amalan yang dirasa begitu sulit dan berat. Dan sebaliknya seseorang tidak akan sampai ke neraka kecuali setelah menuruti keinginan nafsunya. Surga dan nereka dihijabi oleh dua perkara tersebut, barangsiapa membukanya maka ia sampai kedalamnya. Meskipun dalam hadits tersebut menggunakan kalimat khabar (berita) akan tetapi maksudnya adalah larangan.”(Fathul Baari 18/317, Asy-Syamilah)
Hiasai harimu dengan hadist ini !
Syaikh Abdurrazzaq hafidzahullah memberikan contoh kepada kita bagaimana cara mengaplikasikan hadits ini dalam kehidupan sehari-hari, beliau berkata,
“Kunasehatkan bagi diriku sendiri dan saudaraku sekalian. Jika engkau mendengar adzan telah dikumandangkan ‘hayya alash shalah hayya ‘alal falah’ namun jiwamu merasa benci melaksanakannya, mengulur-ulur waktu dan merasa malas. Ingatkan dirimu tentang hadits ini bahwa surga itu diliputi perkara-perkara yang dibenci jiwa.
Jika kewajiban membayar zakat telah tiba dan jiwamu merasa malas mengeluarkannya serta membagikannya kepada fakir miskin maka ingatkan dirimu dengan hadits ini bahwa surga itu diliputi perkara yang dibenci jiwa.
Jika waktu puasa telah tiba sementara jiwamu merasa enggan menunaikannya, ingatkan dirimu degan hadits ini. Sungguh surga itu diliputi perkara yang dibenci jiwa.
Begitu juga ketika jiwamu merasa malas untuk berbakti kepada orang tua, enggan berbuat baik kepada keduanya dan merasa berat memenuhi hak-haknya, ingatkan dirimu dengan hadits ini bahwa surga itu diliputi perkara yang dibenci jiwa”.
Beliau hafidzahullah juga berkata, “Sebaliknya ketika jiwamu condong kepada perbuatan-perbuatan keji,zina dan perbuatan haram maka ingatkan dirimu bahwa neraka itu diiputi perkara-perkara yang disenangi syahwat. Ingatkan pula jika sekarang engkau lakukan perbuatan ini maka kelak engkau akan masuk neraka.
Jika jiwamu tergoda dengan perbuatan riba, maka ingatkan dirimu bahwa Allah dan rasulNya telah mengharamkannnya dan pelakunya kelak akan masuk neraka.
Begitu juga ketika jiwamu sedang ketagihan minum minuman keras dan minuman haram lainnya maka ingatkan dirimu bahwa neraka itu diliputi perkara-perkara yang disenangi syahwat.
Ketika jiwamu merasa rindu mendengarkan musik, lagu-lagu dan nyanyian-nyanyian yang telah Allah haramkan atau ketika kedua matamu mulai condong melihat sesuatu yang Allah haramkan berupa vcd-vcd porno, gambar-gambar porno dan pemandangan haram lainnya maka ingatkan dirimu bahwa neraka itu diliputi perkara-perkara yang disenangi syahwat
Jika engkau selalu menerapkan hadits ini dalam sendi-sendi kehidupanmu dan berusaha menghadirkannya setiap saat maka dengan ijin Allah engkau akan bisa menjauhi perbuatan haram dan memudahkanmu menjalankan ketaatan kepadaNya.”(Muhadharah Syaikh Abdurrazzaq hafidzahullah)
Ingatlah, jiwa manusia itu condong pada kejelekan
Allah Ta’ala berfirman,
إِنَّ النَّفْسَ لَأَمَّارَةٌ بِالسُّوءِ إِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّي
“Sesungguhnya jiwa (manusia) itu menyuruh pada kejelekan kecuali jiwa yang dirahmati Tuhanku.” (QS. Yusuf: 53)
Ath-Thabari berkata tentang ayat ini, “Jiwa yang dimaksudkan adalah jiwa para hamba, ia senantiasa memerintahkan pada perkara-perkara yang disenangi nafsu. Sementara hawa nafsu itu jauh dari keridhaan Allah Ta’ala.”(Jami’ul Bayan fi Ta’wilil Qur’an, Asy-Syamilah)
Saudariku, perhatikanlah nasehat Ibnul Jauzi rahimahullah berikut,
“Ketahuilah, semoga Allah mamberikan taufiq kepadamu. Sesungguhnya watak dasar jiwa manusia itu cinta kepada hawa nafsunya. Telah berlalu penjelasan tentang begitu dasyatnya bahaya hawa nafsu, sehingga untuk menghadapinya engkau membutuhkan kesungguhan dan pertentangan dalam diri jiwamu. Ketika engkau tidak mecegah keinginan hawa nafsumu maka pemikiran-pemikiran sesat (kejelekan-kejelekan) itu akan menyerang sehingga tercapailah keinginan hawa nafsumu.” (Dzammul Hawa, hal.36, Asy-Syamilah)
Hadits penjelas
Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu’alaihiwassalam bersabda,
“Ketika surga dan neraka diciptakan, Allah Ta’ala mengutus Jibril ‘alaihissalam pergi ke surga seraya berfirman, ‘Lihatlah ia dan perhatikanlah segala sesuatu yang Aku sediakan bagi penduduknya kelak!”
Nabi shallallahu’alaihi wasallam melanjutkan, “Jibril pun mendatangi, melihat dan memperhatikan segala nikmat yang Allah sediakan bagi penduduk surga. Kemudian Jibril kembali kepada Allah seraya berkata, ‘Demi kemuliaanMu, tidak ada seorangpun yang mendengar tentang berita surga kecuali ingin memasukinya’.
Kemudian Allah memerintahkan surga sehingga ia diliputi perkara-perkara yang dibenci (jiwa). Lalu Allah Ta’ala memerintahkan Jibril, ‘Kembalilah kepadanya dan lihatlah segala sesuatu yang Aku sediakan bagi penduduk surga!’ Maka Jibrilpun kembali ke surga dan ia temui bahwasanya surga telah diliputi dengan perkara-perkara yang dibenci oleh jiwa manusia. Kemudian Jibril menadatangi Allah Ta’ala seraya berkata, ‘Demi kemuliaanMu sungguh aku khawatir tidak ada seorangpun yang bisa memasukinya!’
Lalu Allah memerintahkan,’Pergilah ke neraka, lihatlah dan perhatikanlah siksaan yang Aku sediakan bagi penghuninya kelak!’ Maka ketika dineraka terdapat api yang menyala-nyala dan bertumpuk-tumpuk , Jibril kembali kepada Allah Ta’ala dan berkata, ‘Demi kemuliaanMu tidak ada seorangpun yang ingin memasukinya.’ Kemudian Allah Ta’ala memerintahkan agar neraka dipenuhi dengan perkara-perkara yang disukai syahwat. Allah Ta’ala berfirman, ‘Kembalilah padanya!’ Jibrilpun kembali ke neraka dan berkata, ‘Demi kemuliaanMu, aku khawatir tidak ada seorangpun dari hambaMu yang bisa selamat dari siksaan neraka.” (HR. Tirmidzi, beliau berkata, “Hadits ini hasan shahih” . Begitupula Syaikh Al-Albani menilai hadits ini hasan shahih.(Sunan At-Tirmidzi, Asy-Syamilah)
Saudariku, akhirnya kami hanya bisa berdoa semoga kita semua dimasukkan Allah Ta’ala menjadi golongan penghuni surgaNya yang tertinggi dan dijauhkan dari segala jalan yang mengantarkan kita ke nerakaNya.
اَللّهُمَّ إِنِّى أَ سْئَلُكَ الجَنَّةَ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ وَ عَملٍ وَ أَعُوْ ذُبِكَ مِنَ النَّارِ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ وَ عَمَلٍ
“Ya Allah…aku memohon kepadamu surga dan segala sesuatu yang bisa mendekatkanku dengannya baik berupa perkataan ataupun perbuatan. Dan aku berlindung kepadamu dari siksaan neraka dan segala sesuatu yang bisa mendekatkanku dengannya baik berupa perkataan ataupun perbuatan.” (Musnad Imam Ahmad)
Washallahu’ala nabiyyina Muhammadin wa’ala alihi washahbihi wasallam
Penulis : fajar ichwan
Murojaah : Ust. Aris Munandar hafidzahullah
Maraji‘ :
Dzammul Hawa, Ibnul Jauzi, Maktabah Asy-Syamilah
Fathul Baari, Ibnu Hajar Al-Atsqalani, Maktabah Asy-Syamilah
Jami’ul Bayan fi Ta’wilil Qur’an, Imam Al-Qurthubi, Maktabah Asy-Syamilah
Muhadharah Syaikh Abdurrazzaq Al-Badr, www.radiorodja.com
Sunan At-Tirmidzi, Abu ‘Isa Imam At-Tirmidzi, Maktabah Asy-Syamilah
Syarhun Nawawi ‘Ala Muslim, Imam Nawawi, Maktabah Asy-Syamilah
^^^^^^^^^^++++++++++^^^^^^^^^^^^^
Jumat, 01 Juli 2011
adab berhias dan berdandan
Assalamu ‘alaikum Wr. Wb.
Islam memperkenankan kepada setiap muslim, bahkan menyuruh supaya geraknya baik, elok dipandang dan hidupnya teratur dengan rapi untuk menikmati perhiasan dan pakaian yang telah dicipta Allah.
Adapun tujuan pakaian dalam pandangan Islam ada dua macam; yaitu, guna menutup aurat dan berhias. Ini adalah merupakan pemberian Allah kepada umat manusia seluruhnya, di mana Allah telah menyediakan pakaian dan perhiasan, kiranya mereka mau mengaturnya sendiri.
Alah SWT berfirman:
“Hai anak-cucu Adam! Pakailah perhiasanmu di tiap-tiap masjid dan makanlah dan minumlah tetapi jangan berlebih-lebihan (boros).” (al-A‘raf: 31).
“Siapakah yang berani mengharamkan perhiasan Allah yang telah dikeluarkan untuk hambaNya dan begitu juga rezeki-rezeki yang baik (halal)?” (al-A‘raf: 32)
Berhias atau berdandan adalah sifat fitrah seorang wanita, dimana secara naluri para wanita umumnya punya kecendurngan untuk tampil cantik dan menarik. Ini barangkali berhubungan dengan jiwa wanita yang suka pada keindahan dan kebersihan ketimbang laki-laki. Naluri ini adalah karunia Allah yang harus disyukuri.
Dalam pelaksanaannya, naluri untuk tampil cantik dan berhias ini telah Allah berikan juklaknya, sehingga tidak salah jalan yang hanya akan mengakibatkan kerugian dan kerusakan bagi pelakunya.
Ini mirip dengan naluri untuk makan yang merupakan semua karunia yang harus disyukuri. Namun naluri itu perlu dibuatkan koridornya agar tidak mencelakakan diri sendiri. Misalnya Allah melarang untuk memakan makanan yang merusak diri sendiri dan juga yang menghilangkan akal pikiran. Semuai itu diberlakukan agar nikmat ini terjaga dan berfaedah, bukan merusak dan manghancurkan sang hamba.
Dalam masalah wanita berhias, maka batasan yang Allah tetapkan adalah:
1. Kepada suami
Istri wajib tampil cantik dan semenarik mungkin di depan suami. Dan semua itu akan melahirkan pahala yang besar dari Allah.
2. Kepada laki-laki yang mahram dan sesama wanita muslimah
Seorang wanita boleh menampakkan sebagian tubuhnhya seperti kepala, leher, tangan, kaki dan bagian lain yang memang dibolehkan secara syar‘I di depan kelaurganya yang masih mahram. Namun tidak boleh menampakkan bagian seperti aurat besar dan lainnya. Bedandan di depan mereka pun tidak menjadi masalah asal masih dalam batas yang wajar dan tidak vulgar.
3. Kepada laki-laki non mahram dan wanita kafir
Keduanya punya kedudukan yang sama yaitu diharamkan menampakkan bagian tubuh dan berhias di depan mereka. Apalagi melenggak-lenggokkan tubuh untuk menarik syahwat laki-laki asing/non mahram.
Islam menentang sikap berlebih-lebihan dalam berhias sampai kepada suatu batas yang menjurus kepada suatu sikap mengubah ciptaan Allah yang oleh al-Quran dinilai, bahwa mengubah ciptaan Allah itu sebagai salah satu ajakan syaitan kepada pengikut-pengikutnya, dimana syaitan akan berkata kepada pengikutnya itu sebagai berikut:
“Sungguh akan kami pengaruhi mereka itu, sehingga mereka mau mengubah ciptaan Allah.” (an-Nisa‘: 119)
“Sungguh akan kami pengaruhi mereka itu, sehingga mereka mau mengubah ciptaan Allah.” (an-Nisa‘: 119)
Batasan Tabarruj/Berhias:
Yang mengeluarkan seorang perempuan muslimah dari batas tabarruj yang selanjutnya disebut kesopanan Islam, yaitu hendaknya dia dapat menepati hal-hal sebagai berikut:
A) Ghadh-dhul Bashar (menundukkan pandangan), sebab perhiasan perempuan yang termahal ialah malu, sedang bentuk malu yang lebih tegas ialah: menundukkan pandangan, seperti yang difirmankan Allah: “Katakanlah kepada orang-orang mu‘min perempuan hendaklah mereka itu menundukkan sebagian pandangannya.”
B) Tidak bergaul bebas sehingga terjadi persentuhan antara laki-laki dengan perempuan, seperti yang biasa terjadi di gedung-gedung bioskop, ruangan-ruangan kuliah, perguruan-perguruan tinggi, kendaraan-kendaraan umum dan sebagainya di zaman kita sekarang ini.
Sebab Ma‘qil bin Yasar meriwayatkan, bahwa Rasulullah s.a.w. Pernah bersabda sebagai berikut:
“Sungguh kepala salah seorang di antara kamu ditusuk dengan jarum dari besi, lebih baik daripada dia menyentuh seorang perempuan yang tidak halal baginya.” (Riwayat Thabarani, Baihaqi, dan rawi-rawinya Thabarani adalah kepercayaan)
“Sungguh kepala salah seorang di antara kamu ditusuk dengan jarum dari besi, lebih baik daripada dia menyentuh seorang perempuan yang tidak halal baginya.” (Riwayat Thabarani, Baihaqi, dan rawi-rawinya Thabarani adalah kepercayaan)
Wallahu A‘lam Bish-Showab,
ketika do'a tidak terkabulkan.
Ketika Doa-doa kita tidak kunjung terkabul.
Sering kita merasa lelah dalam berdoa, rasanya apa yang kita pinta tak kunjung dikabulkan. Sebenarnya di dalam Qur’an, Allah sudah menjanjikan bahwa setiap doa akan dikabulkan. Hanya saja kta tidak tahu, dalam bentuk apa wujud terbaik dari terkabulnya doa kita, dan juga kapan doa itu dikabulkan.
Ketika merasa lelah berdoa, saya mengingat dua kisah.
Yang pertama, kisah Tsa’labah. Dia seorang miskin yang minta kepada Rasulullah saw untuk dido’akan agar manjadi kaya (di sini ada pelajaran bahwa minta di do’akan orang lain adalah boleh, juga bahwa bisa jadi do’a sekelompok orang lebih makbul karena suatu kondisi istimewa tertentu).
Rasulullah sempat menolak dua kali. Karena Tsa’labah terus mendesak, akhirnya pada permintaan ke tiga dia di do’akan. Bukan Rasulullah yang menjadikan Tsa’labah kaya, tapi beliau hanya turut mendo’akan. Alkisah, ternak kambing Tsa’labah mendadak berkembang biak dengan sangat cepat (pelajaran berikutnya: uang tidak turun dari langit, jadi tetap ada usaha, dalam hal ini Tsa’labah punya bibit modal kaya yaitu ternak kambing). Tsa’labah kemudian menjadi kaya. Saking banyaknya ternak dia, maka dia menggembala hingga keluar kota. Akibatnya dia sering terlambat sholat Jum’at, bahkan akhirnya tidak sholat Jum’at.
Seingat saya, kisah Tsa’labah berakhir menyedihkan. Kalau tidak salah, dimulai saat Tsa’labah tidak membayar zakat (?) yang menyebabkan Rasulullah tidak mau menemui Tsa’labah hingga wafatnya Rasulullah. Kemudian Abu Bakar dan Umar sebagai khalifah berikutnya juga tidak mau menerima zakat dari Tsa’labah. Akhirnya Tsa’labah mati merana di masa Umar.
Boleh jadi yang kamu ngotot inginkan memang berpotensi besar menyeret ke dalam kehancuran, karena tidak sesuai dengan karakter dan keadaan seseorang (pelajaran: boleh jadi sesuatu belum dikabulkan karena kita sendiri belum siap untuk menerima hal itu). Demikian pelajaran dari kisah Tsa’labah.
Kisah kedua, lebih mengagumkan bagi saya peribadi. Inilah kisah Ayyub a.s. seorang rasul. Dia seorang kaya yang sangat bersyukur kepada Tuhannya. Kemudian dia diuji dengan kehancuran fisik.
Ayyub adalah seorang kaya dermawan yang shaleh. Dikisahkan bahwa Allah menguji Ayyub dengan kehilangan semua miliknya, terutama harga diri yang direndahkan serendah-rendahnya. Rumahnya roboh, anak-anaknya mati. Ayyub diuji dengan penyakit kulit yang menjijikkan hingga tubuhnya berbau busuk. Hartanya ludes untuk pengobatan. Istri-istrinya minta cerai. Hanya satu istrinya yang masih setia, Siti Rahmah. Ayyub diusir oleh penduduk hingga menyepi di luar desa. Hanya Siti Rahmah saja yang setia mengirimkan bekal untuk Ayyub. (pelajaran : bahkan kehancuran sesorang pun bisa merupakan bukti kecintaan Allah pada hambanya, sesuatu yang mungkin sangat membingungkan secara logika manusia)
Yang mengagumkan, Ayyub berdo’a tak putus-putus hingga 17 tahun!
Lalu Allah berkenan mencabut ujian untuk Ayyub. Dengan air yang memancar di dekat saung tempatnya beribadah, penyakit kulit Ayyub sirna. (pelajaran berikutnya: semua tabib yang hebat hanyalah perantara yang tidak bisa memberikan obat buat Ayyub. Ternyata Allah menurunkan obat untuk Ayyub hanya berbentuk air yang memancar dekat tempatnya berdo’a.)
Kisah-kisah tersebut nyata telah terjadi di masa lampau. Bukan kisah fiktif, bukan dongeng, namun benar-benar kisah nyata. Masih banyak kisah lain yang memberikan berbagai contoh tentang bagaimana do’a, wujud terkabulnya do’a, dan baik buruk suatu permintaan
Sabtu, 28 Mei 2011
mengatasi kecemasan
Tenang dengan mengingat Allah
Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik yaitu Al-Qur’an yang serupa lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Rabbnya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah (QS az-Zumar : 23)
Sekarang coba dipikir saja, kalau kita terus-terusan khawatir karena sesuatu hal yang belum tentu terjadi kapan kita bisa hidup tenang, bahagia, dan tentram. Betul gak?
Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tentram (QS ar-Ra’d : 28)
Jadi kita ingat ingat aja ayat ini. Hati ini akan terasa nyaman jika kita tidak terlalu larut dalam permasalahan yang kita hadapi. Sebaliknya kita akan terasa nyaman pada saat kita larut dalam pertolongan dan perlindungan Allah SWT. Anggap aja gini, sepatu itu memang tempatnya di kaki dan bukan dihati jadi pada saat sepatu itu hilang kita tidak akan merasa kehilangan yang begitu dalam. Gak perlu was was,
“wah kalau sepatuku kutinggal di depan masjid terus diambil orang, gimana? sepatu bagus jek, prada pula”
Wah kalau begini gimana sholatnya bisa khusyuk, gimana bisa khusyuk dengerin ceramah jumat dan lain sebagainya.
Jangan terlalu mencintai dunia
Kedudukan adalah tempat kita menduduki kedudukan dan bukan kita diduduki kedudukan. Maksudnya, jangan tempatkan kedudukan dalam hati karena jika terjadi apa apa dengan kedudukan ini, kita tidak akan merasa takut dan cemas. Tidak takut di pecat, menerima jika dicaci, tidak takut pula untuk dimutasi.
Ketika kita mendapatkan uang, jangan tempatkan uang tersebut di hati kita…agar tidak terlalu berat jika kita nanti harus mengeluarkan uang itu ataupun jika kita kehilangan uang tersebut.
Siap menghadapi kenyataan
Tiada sesuatu bencana yang menimpa di bumi dan tidak pula pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab Luhul Mahfuzh sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang diberikanNya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri (QS. Al-Hadiid : 22-23)
Harusnya kita menyadari bahwa apapun kejadian di dunia ini sudah diatur dengan sedetail-detailnya oleh Allah SWT, hal yang menyenangkan maupun yang tidak menyenangkan. Terkadang apa yang kita kira tidak menyenangkan belum tentu tidak membawa kebaikan pada kita. Begitu juga sebaliknya.
Misal : Kita bekerja mati-matian untuk tabungan masa depan keluarga, eh tapi ternyata ada salah satu anggota keluarga yang terkena kecelakaan motor dan mengharuskan untuk mengeluarkan uang dari tabungan. Lebih baik kita berpikir dan mengatakan ke dalam hati kita bahwa ini memang saatnya untuk mengeluarkan uang tabungan, bahwa ini memang pentingnya mempunyai tabungan.
Lebih baik jangan mengeluh dan menggerutu dengan “Coba kalau tidak ada kecelakaan ini…pasti uang tabunganku masih penuh”. Apa dengan menggerutu terus kecelakaannya bisa tidak terjadi? Gak juga kan. Kecelakaannya sudah terjadi terus buat apa mengeluh.
Lebih baik kita ridha dengan ketentuan Allah karena pada hakikatnya semu hal yang ada di kita bukanlah milik kita. Itu semua adalah barang titipan, jadi kalau Allah SWT ingin memintanya kembali ya kita harus mengembalikannya dengan tulus dan Ikhlas.
Kami tiada membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya dan pada sisi Kami ada suatu kitab yang membicarakan kebenaran, dan mereka tidak dianiaya (QS. Al-Mu’minuum : 62)
Membahagiakan diri
Sebaiknya kita membahagiakan diri bukan dengan hiburan semu tetapi yang paling tepat adalah tidak menyengsarakan diri. Jangan membesar-besarkan suatu masalah, tidak mendramatisir keadaan, tidak membayangkan hal hal negative yang akan terjadi. Hendaknya kita berusaha untuk tenang dan mengendalikan diri kita disaat kita sedang panik. Daripada ngomong “waduh mati akuuu” lebih baik kita mengucapkan “Ya Allah berikanlah saya ketenangan dan kekuatan jiwa”. InsyaAllah akan diberi jalan keluarnya setara dengan usaha kita. Amien.
Tidak mempersulit diri
Tidak ada gunanaya mempertegang dan mempersulit persoalan. Semua persoalan pasti ada penyelesainnya, tapi mau diselesaikan dengan cara apa dulu. Positive atau negative.
Tidak perlu panik jika dihadapkan suatu keadaan yang diluar dugaan kita. Seperti misalnya kita lagi memasak nasi. Maksud hati cuman ingin makan nasi dan abon daging kiriman ibu dari Surabaya, eh ternyata air untuk memasak nasinya kebanyakan. Jadilah bubur nasi.
Kita bisa memilih, mengeluh dan mengomel seharian tapi apakah dengan begitu bubur tersebut bisa kembali menjadi nasi? Gak juga kan. Sayang sekali, udah nasinya jadi bubur…eh nambah dosa lagi dengan mengeluh. 
Atau kita bisa memilih ya sudah emang nasinya dah jadi bubur terus mau diapakan…ya udah makan aja bubur sama abon.
Atau ada pilihan lain lagi, berhubung udah jadi bubur…kenapa gak sekalian aja kita jadiin bubur ayam. Tinggal ambil ayam, kerupuk, kecap, seledri…jadi deh (walaupun gak lengkap lengkap amat dan gak seenak bubur ayam di warung. Tapi kan tetep aja lumayan lah buat bubur bikinan sendiri :p)
Mencari hikmah di balik setiap kejadian
Dan sesungguhnya Kami telah menghukum Fir’aun dan kaumnya dengan mendatangkan musim kemarau yang panjang dan kekurangan buah-buahan, supaya mereka mengambil pelajaran (QS al-A’raf : 130)
Dalam setiap langkah kita, hendaknya kita selalu berusaha untuk mencari hikmah di segala kejadian yang Allah timpakan kepada kita.
Misalnya kita sudah bersiap-siap pergi ke bandara 4 jam sebelumnya karena kita takut telat buat check in dan segala tetek bengeknya, eh ternyata di dalam perjalanan itu ada saja gangguannya misal jembatan lagi buka, ada kecelakaan tram sehingga jalannya harus mutar, ban mobil meletus, ataupun terkena macet eh sesampainya dibandara pesawatnya udah pergi….sebaiknya kita menerimanya dengan bersabar…banyakin doa…supaya diberi ketenangan…
Siapa tahu ada hikmah di balik itu, misal diselamatkan dari kecelakaan atau apapun masalahnya. Mungkin contoh ini terlalu ekstrem. Coba saya kasih contoh yang lain lagi.
Misal kita kehilangan dompet padahal baru saja ngambil uang cash dan ditaruh di dompet itu…eh dompetnya hilang..mungkin kita ada perkataan “kenapa sih gk hilang waktu sebelum ngambil uang”
Daripada berkata seperti ini lebih baik kita bertafakkur, menanyakan pada diri sendiri…apa mungkin ini peringatan dari Allah SWT bahwa saya kurang bersedekah? Atau mungkin justru uang kita lagi dibersihkan oleh Allah karena ada sebagian kecil uang kita yang didapatkan dengan cara tidak halal.
InsyaAllah itu saja solusi untuk mengatasi kecemasan dan ketakutan yang sering sekali datang di kehidupan kita sehari-hari. Lebih baik kita gunakan waktu kita untuk memikirkan hal yang jauh lebih penting daripada memikirkan sesuatu yang kurang berguna. Buat apa kita menghancurkan hidup kita di dunia yang sekali ini hanya karena kurang ilmu dan kurang pandai dalam mengolah hati.
Yang terpenting adalah, kita mempercayai ketentuan Allah SWT dan yakin bahwa tidak ada satu kejadian pun yang tidak bermakna. Lebih baik kita berpikir positive kepada Allah SWT dan tidak sibuk menyalahkan Allah SWT ataupun orang lain akan persoalan-persoalan yang kita hadapi. Toh peristiwa itu tidak akan selesai dengan menyalahkan diri sendiri ataupun orang lain. Sebaliknya, kita akan mendapatkan suatu pelajaran yang sangat berharga dan berguna buat langkah kita dikemudian hari. Amien amien ya Rabbal Alamin. Wallaahu a’lam bishshawwab.
Langganan:
Komentar (Atom)
